Senin, 16 September 2013

Event Wisata

1. Ritual dan Upacara Panen Sarang Burung Wallet

SUMBER : http://kebumenkab.go.id/index.php/public/page/index/48
Upacara adat ini diadakan di desa karangbolong, kecamatan gombong, kabupaten kebumen jawa tengah bagian selatan. Upacara ini diadakan pada bulan ke Sembilan di pananggalan atau kalender jawa karena waktu tersebut adalah waktu yang paling tepat untuk panen sarang burung walet.

SUMBER : http://kebumenkab.go.id/index.php/public/page/index/48
  1.  Ritual dan Upacara Panen Sarang Burung Wallet

Upacara adat ini diadakan di desa karangbolong, kecamatan gombong, kabupaten kebumen jawa tengah bagian selatan. Upacara ini diadakan pada bulan ke Sembilan di pananggalan atau kalender jawa karena waktu tersebut adalah waktu yang paling tepat untuk panen sarang burung walet.

Menurut kepercayaan sarang burung walet di desa karang bolong itu adalah milik dari nyi roro kidul si penguasa laut kidul. Supaya tidak terkena musibah maka panen sarang burung walet harus dilakukan dengan mengadakan rangkaian ritual adat yang intinya sebagai upacara keselamatan. upacara adat ini di pimpin oleh pak mandor.

Sesaji buat nyi roro kidul disiapkan antara lain ;

1. Kain lurik hijau gadung, udang wulung, selendang, Kasur, dan bantal putih.
2. Makanan sesaji yang di percaya di senangi nyi roro kidul. Sebagai contoh lain adalah di bibir gua di pantai karang bolong di laksanakan persiapan pagelaran wayang kulit dengan semua perangkat gamelan dan panayagan. 

Sebagai contoh lain adalah di bibir gua di pantai karang bolong di laksanakan persiapan pagelaran wayang kulit dengan semua perangkat gamelan dan panayagan.
Upacara adat ini adalah suatu amanat leluhur. Dahulu kata orang tua kiai surti adalah utusan kerajaan mataram kartasura. Dia ditugasi mencari obat untuk permaisuri yang sedang sakit sampai akhirnya kiai surti tiba di pantai karang bolong. Kiai surti lalu bertapa sampai akhirnya mendapat wangsit dari dewi suryawati anak buah dari nyi roro kidul. Sang dewi memberikan petunjuk bahwa obat yang dicari itu adalah sarang burung walet yang ada di dalam goa karang bolong. Sejak peristiwa itu kiai surti akhirnya menikah dengan dewi suryawati secara lahir.

Di pagelaran wayang kulit terdapat peraturan yaitu tokoh di wayang tidak boleh gugur atau mati di medan perang sebab jika di pagelaran itu ada yang mati di yakini akan ada musibah kepada pemetik sarang burung walet.

Puncak upacara di tutup dengan acara syukuran beserta pagelaran tari tayub Keesokan harinya acara memetik sarang burung walet di percayai akan aman dan selamat sebab sudah mendapat restu dari nyi roro kidul.


2. RITUAL CAH ANGON URUT SEWU Pantai Pranji ,
Desa Entak Kecamatan Ambal Kebumen

Pelaksana
Unsur Desa , Serikat Remaja Urut Sewu ( SEREUS) dan Bina mandiri Sosialife
Tempat :
 Pantai Pranji, Desa Entak, Kecamatan Ambal Kebumen Kegiatan :
  1. Membuat sangon ke Pantai Segara Kidul dengan khas membawa telur hijau/telur bebek.
  2. Melakukan Kirab Sapi ke Pantai Segara Kidul
  3. Menggelar aneka pentas kesenian rakyat setempat
  4. Menggelar ruwatan missal (ngguang sial : jawa)
1. Ngiub/ngayom 
2. Doa ritual
3. Mbabar Wilujengan Entak –entik
4.  Nyumed Pondok Alang-alang Sumber Sengkolo
5. Ngidung Cah angon
5.Menek blimbing undaran (ngundhuh Kabegjan )
Surak Hore (bersenang-senang dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah Swt ).



Maksud dan melestarikan :
Melestarikan dan meluhurkan peninggalan nenek moyang Desa Entak yang adiluhung berupa seni, budaya yang hampir punah agar tetap lestari sebagai asset budaya bangsa
  1. Ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt yang telah memberikan keselamatan, kesehatan, perlindungan dan kemurahan rejeki bagi hamba Nya.
  2. Wisata budaya dan religius
  3. Sebagai wadah promosi Agro wisata

PROSESI GEBYAG CAH ANGON DESA ENTAK KECAMATAN AMBAL KEBUMEN

Warga secara bermai-ramai mengarak binatang ternak mereka dan dikumpulkan di pinggir pantai. Tidak hanya orang dewasa yang membawa sapi yang diberi kalung sesaji anak-anak juga membawa kambing dengan beraneka ragam hiasan di lehernya. 

Di hamparan pesisir yang luas itu tampak seperti pasar hewan menjelang hari raya qurban . Ratusan sapi dan kambing dilepas ditempat yang disediakan. Sementara sebagaian warga lain, mengikuti hiburan yang telah ditanggap seperti kesenian kethoprak, kuda kepang hingga musik dangdut.

Acara dilanjutkan dengan selamatan yakni dimulai dengan pembacaan doa dipimpin oleh Sesepuh desa. Setelah itu tumpeng dihias dengan janur kuning menjadi rebutan warga. Puncak acara berupa pembakaran kandang bambu sebagai symbol menghilangkan sengkala. Dahulu yang dibakar adalah alang-alang yaitu sejenis rumput yang tumbuh liar di sekitar pantai , namun karena alang-alang sudah sangat jarang maka sebagai penggantinya adalah jerami yang dipasang sebagai atap pada sebuah gubug. Gubug inilah yang dibakar dengan dirobohkan dahulu.

Acara yang lain dari kegiatan Cah angon adalah Tradisi Entak-Entik atau biasa disebut dengan Sangon Pesisiran . Entak bermakna Selamatan untuk kalangan orang tua sedangkan Entik selamatan untuk anak-anak. Entak inilah ahirnya menjadi nama sebuah Desa yaitu Desa Entak.

Sejarah
Sejak jaman dahulu anak-anak yang masih berumur 12 tahun sudah terbiasa menggembala ternak di Pesisir, bocah angon biasanya membawa bekal makan untuk sangu (bekal) makan. bermula dari tradisi itulah setiap setahun sekali khususnya di bulan Maulid Nabi Muhammad Saw , anak-anak Penggembala membawa makanan dari rumah dan dimakan bersama di tempat penggembala. Di tempat itu juga diadakan lomba Panjat belimbing yang seakan memaknai apa yang terdapat dalam tembang Sunan Kalijaga .
“ Cah angon, cah angon , penekna blimbing kuwi, lunyu-lunyu penekna, kanggo basuh dodotira”

3. INGKUNGAN SYURAN BANYUMUDAL

Lokasi :
Di Masjid Banyumudal Kuwarisan Panjer Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen . Acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati seorang Tokoh Ulama besar jawa yang menurunkan para ahli agama dan Sunan dan memeriahkan bulan Syuran /Muharam . Pelaksanaannya jatuh pada Jum’at Kliwon atau kalau tidak ada hari Jum’at Kliwon pada bulan itu, maka dilaksanakan pada hari Jum’at Pon. Para peserta adalah warga Dusun Kuwarisan Kelurahan Panjer tak terkecuali baik itu muslim ,non muslim , penduduk asli maupun pendatang yang sudah menikah atau pernah menikah termasuk peserta adalah para keturunan yang ada di luar daerah sehingga tidak heran kalau setiap tahun jumlah peserta Tumpeng dan Ingkung semakin banyak sampai ribuan . Pada tahun 2005 perayaan itu masuk MURI dan mendapatkan penghargaan Tumpeng dan Ingkung terbanyak di Indonesia sebanyak 4557 . Pada tahun ini 2009 perayaan Ingkungan Syuran dilaksanakan pada Hari Jum’at Kliwon Tanggal 2 Januari 2009 dan 18 Desember 2009 di laksanakan oleh sekitar 5500 KK atau 5500 Tumpeng dan Ingkung

PROSESI :
Pada Jum’at pagi para tokoh masyarakat menyembelih Ayam Jantan atau jengger yang sehat dan tidak cacat atau boleh ayam betina tetapi belum pernah bertelur tentunya yang sehat,tidak cacat dan bersih. Kemudian ibu-ibu memasaknya dengan cara digulai dan memasukan ayamnya dalam keadaan diingkung . selama proses memasak tersebut tidak boleh dicicipi sampai sebelum diberi doa tahlil setelah sholat jum’at Tambahan menu Gulai , ibu-ibu juga memasak Lauk pauk . Usai sholat Jum’at, Tumpeng dan Ingkung dibawa ke Masjid bersama keluarga . Acara dimulai dengan kirab Tumpeng dan Ingkung dari Balai Desa /Kelurahan Panjer . Bupati, Dinas, Muspika ,Lurah melaksanakan kirab dan masyarakat yang diwakili oleh RW dan RT dilingkungan Kelurahan Panjer membawa Tumpeng dan Ingkung dengan ditandu dan dibawa menuju Masjid Banyumudal. Dengan diiringi Kesenian tradisonal para warga membawa Tumpeng dan Ingkung dengan cara digendong ada pula yang dengan menggunakan becak . Para hadirin dalam Undangan adalah Bupati , Muspika dan para tokoh agama dan masyarakat . Kegiatan Inti adalah pembacaan Tahlil yang diimami oleh Tokoh Agama Senior setelah selesai kemudian serah terima ingkung dari Lurah selaku Pimpinan Desa kepada Bupati untuk selanjutnya dipotong-potong tumpengnya untuk diserahkan kepada masyarakat melalui Tokoh-tokoh agama dan masyarakat yang diundang pada acara tersebut dan dimakan bersama-sama . Para warga dan masyarakat menyusul dan dengan keluarga yang dibawanya (Kakek,Nenek,Cucu dan buyut) makan Tumpeng dan Ingkung di Masjid atau dihalaman yang sudah disediakan.

MAKSUD DAN TUJUAN
Acara Ritual Keagamaan Makan Tumpeng dan Ingkung di Masjid bertujuan :
Makan Nasi dan Lauk Ayam adalah untuk meningkatkan Gizi Keluarga
(dianjurkan oleh agama pada bulan Muharram untuk makan makanan yang bergizi ).
  • Bagi-bagi Tumpeng dan Ingkung kepada Saudara dan orang yang lebih tua dan khususnya kepada Fakir Miskin dan anak Yatim Piatu adalah perwujudan perbuatan hormat pada orang yang sepuh (tua) makanya sebelum dibacakan doa makanan tidak boleh dimakan dulu /dicicipi sebagai bentuk amal sodakoh dimana pada hari ke 10 bulan Muharram diperintahkan oleh agama untuk memperbanyak memberikan amal khususnya kepada Fakir Miskin dan para yatim Piatu .
  • Ayam dalam keadaan Diingkung adalah filosofi manusia , bahwa orang sebelum meninggalkan alam fana/dunia diwajibkan melaksanakan sholat agar meninggalnya dalam keadaan Chusnul Chotimah (Baik perbuatanya dan diterima arwahnya) .
  • Warga dan keturunan datang sendiri ke masjid sebagai bentuk Ikatan kekeluargan dan persahabatan dimana keluarga dan keturunan yang sudah terpisah jauh atau belum mengenal satu sama lainnya menjadi bersatu kembali dan menjalin ikatan keluarga ( ngumpulaken balung pisah : jawa)
  • Undangan terdiri para Tokoh Agama dan Masyarakat dengan Pimpinan Pemerintah sebagai perwujudan bersatu dan bertemunya umat manusia baikdari kalangan Penguasa wilayah dan maupun rakyatnya .





SUMBER : http://kebumenkab.go.id/index.php/public/page/index/48
1. Ritual dan Upacara Panen Sarang Burung Wallet

SUMBER : http://kebumenkab.go.id/index.php/public/page/index/4
1. Ritual dan Upacara Panen Sarang Burung Wallet

SUMBER : http://kebumenkab.go.id/index.php/public/page/index/48
Upacara adat ini diadakan di desa karangbolong, kecamatan gombong, kabupaten kebumen jawa tengah bagian selatan. Upacara ini diadakan pada bulan ke Sembilan di pananggalan atau kalender jawa karena waktu tersebut adalah waktu yang paling tepat untuk panen sarang burung walet. Menurut kepercayaan sarang burung walet di desa karang bolong itu adalah milik dari nyi roro kidul si penguasa laut kidul. Supaya tidak terkena musibah maka panen sarang burung walet harus dilakukan dengan mengadakan rangkaian ritual adat yang intinya sebagai upacara keselamatan. upacara adat ini di pimpin oleh pak mandor.

SUMBER : http://kebumenkab.go.id/index.php/public/page/index/48
1. Ritual dan Upacara Panen Sarang Burung Wallet

SUMBER : http://kebumenkab.go.id/index.php/public/page/ind

Minggu, 15 September 2013

Jembangan Wisata Alam_Ikon Terbaru Kebumen

Jembangan Wisata Alam (JWA) merupakan salah satu kawasan objek wisata yang ada di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kawasan objek wisata ini terbilang masih baru, didirikan pada tahun 2011 oleh Bupati Kebumen yang baru terpilih yaitu H.Buyar Winarso, S.E. Kawasan objek wisata JWA menawarkan pemandangan telaga hijau dengan hutan hijau bersisian di sampingnya, di bagian ujung telaga ini dimanfaatkan sebagai bendungan air yaitu bendungan Pejengkolan, terusan pintu air bagian timur dari waduk Wadaslintang yang berada di Kabupaten Kebumen. Untuk menuju kawasan JWA ini di pintu masuk anda akan dikenai biaya tiket Rp 3000 dan biaya parkir Rp 2000/motor.


Di dalam kawasan JWA ini terdapat tiga site utama yang dapat dinikmati oleh pengunjung yaitu Telaga hijau yang bersisian dengan hutan yang masih alami, Waduk Pejengkolan dan Jembatan Gantung.
Untuk berkeliling menikmati telaga Jembangan yang bersisisan dengan hutan hijau dapat menggunakan wahana perahu air. Sementara untuk menuju jembatan waduk Pejengkolan dan Jembatan gantung anda sama sekali tidak dikenakan biaya. Namun letak kedua objek ini agak jauh dari kawasan utama telaga. Jembatan Waduk Pejengkolan terletak di sisi kanan pintu masuk sementara Jembatan Gantung terletak di sebelah kiri pintu masuk. Sebenarnya anda dapat menikmati kedua objek ini tanpa repot-repot menuju lokasinya langsung dengan menggunakan perahu mesin, namun tentu akan dikenai biaya tambahan jika anda meminta mengunjungi kedua jembatan ini karena lokasinya yang memang cukup jauh dari dermaga tempat perahu mesin bersandar. Namun kedua jembatan ini tidak kalah menariknya, Jembatan Pejengkolan merupakan jembatan permanen dari beton dan sudah beraspal dengan panjang kurang lebih 500 meter, sementara Jembatan Gantung merupakan jembatan semi permanen dengan bangunan beton besi di kedua ujungnya dan jembatannya itu sendiri terbuat dari papan kayu yang digantung.


Wahana

Selain menawarkan pemandangan telaga hijau yang luas, di kawasan JWA ini juga menawarkan berbagai wahana untuk belajar atau permainan anak-anak seperti Jembangan Fantasy Zoo, Wahana permainan anak dan Perahu air.
Jembangan Fantasy Zoo merupakan wahana belajar satwa bagi anak. Di wahana ini tersedia berbagai satwa yang sengaja didatangkan dari Kabupaten seperti aneka burung, gajah, kera dan lain sebagainya. Kebanyakan yang mengunjungi wahana ini merupakan siswa-siswi pelajar tingkat sekolah dasar yang datang berombongan didampingi oleh guru-guru mereka. Tiket masuk menuju wahana ini Rp 5000/orang.
Wahana permainan anak yang tersedia layaknya wahana permainan untuk anak-anak pada umumnya seperti perosotan,ayunan, wahana putaran untuk anak dan lain sebagainya. Tiket masuk wahana ini berkisar Rp 3000-5000/orang.
Perahu air ini dinikmati pengunjung untuk berkeliling menyusuri luasnya telaga Jembangan. Jenis perahu air ini terdiri dari dua macam yaitu  perahu air unitkecil menggunakan tenaga manusia yaitu dengan gowes layaknya sepeda, dan perahu air unit besar berbentuk naga yang menggunakan tenaga mesin untuk mengoperasikannya. Perahu unit kecil disewakan dengan harga per unit Rp 15.000 untuk kapasitas dua orang/30 menit. Sementara Perahu unit besar disewakan dengan harga Rp 15.000/orang. Perahu unit besar ini enak dinikamti jika anda datang secara berombongan.

Aksesibilitas

Kawasan JWA tereletak di desa Jembangan, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen. Kecamatan Poncowarno ini merupakan Kecamatan yang terletak pada dataran tinggi. Prasara menuju lokasi kawasan wisata ini sudah sangat mendukung, yaitu jalan mulus beraspal hitam mengkilap, jalan berkelok-kelok mengikuti topografi yang ada. Namun prasarana yang ada tidak didukung dengan sarana transportasi yang baik. Tidak ada sarana transportasi umum untuk menuju lokasi kawasan JWA ini. Kawasan JWA hanya bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi berjarak kurang lebih 20 Km dari Kebumen Kota. Dengan kata lain lokasi ini aksesibilitasnya masih rendah. Hal ini wajar, jika pengunjung kawasan JWA ini masih terbilang jarang. Padahal publikasi dari dinas pariwisatanya sendiri sudah dilakukan secara gencar.

Geografi Pariwisata 

Dalam studi Geografi Pariwisata, selain objek yang menarik (Site Attraction), pelayanan dan fasilitas yang tersedia, yang dapat mendukung majunya industri pariwisata adalah kemudahan aksesibilitas dan didukung oleh promosi. Aksesibilitas ini berhubungan dengan letak geografis dan kemudahan jangkauan transportasi umum menuju lokasi wisata. Oleh karena itu pemerintah dan dinas terkait (Dinas Pariwisata) harus menyediakan sarana transportasi publik menuju kawasan JWA ini agar bisa diakses oleh orang-orang yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Apalagi Kawasan JWA merupakan ikon terbaru dari Kabupaten Kebumen. Harapan kedepannya dengan dibukanya kawasan JWA sebagai objek wisata baru, dapat mengenalkan potensi Kabupaten Kebumen kepada khalayak umum sehingga meningkatkan pendapatan daerah dari sektor wisata. 


http://wisata.kompasiana.com/Fathu Rohmah
foto :http://www.potograpero.com
Diposting oleh : admin | Kategori: wisataku - Dibaca: 124 kali

Sabtu, 14 September 2013

Keindahan Tempat Wisata Kebumen Photos

Kebumen adalah sebuah kota dengan tatanan alam yg rapi sehingga menimbulkan pemandangan yg sangat manis dari langit jika dipandang dengan mata melotot dan terbuka sangat lebar bukan dengan mata tertutup karung pupuk hehe .. sama halnya dengan kota – kota lain yg memiliki tempat – tempat wisata yg indah , Kebumen ternyata lebih indah lagi kalau saya yg berkata .. kalau anda tau Danau Tiga Warna di Gunung Kelimutu , sungai Amazon di Brazil , dan Mount Everest di Tibet dan Nepal , maka saya ga akan membandingkan dengan mereka sebab Kebumen memiliki panorama alam yg memiliki daya tarik tersendiri .. beberapa foto yg saya dapat untuk lebih membuat anda meluaskan pandangan tentang Kebumen , walau tidak banyak tapi menghibur lho , kalo masih kurang saya akan sangat menyarankan anda untuk berkunjung langsung ke tanah wisatanya ..

Foto – Foto Keindahan Tempat Wisata di Kebumen :

Pantai Petanahan 1

Pantai Petanahan 2

Pantai Karangbolong 1

Pantai Karangbolong 2
Pantai Karangbolong 3
Pantai Karangbolong 4


Pantai Karangbolong 5
  Pabtai Ayah 1

Pantai Ayah 2
 Pantai Ayah 3
 Pantai Ayah 4

 Pantai Ayah 5

  Pantai Ayah 6
Pantai Menganti 1
Panati Menganti 2
Pantai Menganti 3
Pantai Menganti 4

Pantai Menganti 5
Van Der Wijck 1
 Van Der Wijck 2
 Van Der Wijck 3

 Van Der Wijck 4

PAP Krakal 1
 PAP Krakal 2

 PAP Krakal 3
PAP Krakal 4
Goa Jatijajar 1
Goa Jatijajar  2
Goa Jatijajar   3
  Goa Jatijajar   4

Goa Jatijajar  5

Goa Jatijajar 6 

Goa Jatijajar 7

Goa Petruk 1
 Goa Petruk 2
 Goa Petruk 3
Goa Petruk 4

Goa Petruk 5

Goa Petruk 6

Goa Petruk 7

Goa Petruk 8

Goa Petruk 9

Goa Petruk 10

Goa Petruk 11
Goa Petruk 12

Waduk Wadaslintang 1
Waduk Wadaslintang  2
Waduk Wadaslintang  3
Waduk Wadaslintang  4
Waduk Wadaslintang 5
  Waduk Wadaslintang 6
Waduk Wadaslintang 7
Waduk Sempor 1
   Waduk Sempor 2
Waduk Sempor 3
Waduk Sempor 4
Waduk Sempor 5
Waduk Sempor 6
Waduk Sempor 7
Waduk sempor 8
Waduk sempor 9
Waduk sempor 10
Waduk sempor 11

 
Pantai Suwuk terletak di desa Suwuk, kecamatan Puring, kabupaten Kebumen. Untuk menuju ke lokasi pantai, banyak jalur alternatif yang dapat digunakan. Jika anda dari arah Gombong maka dibutuhkan waktu sekitar 45 menit, namun jika anda berasal dari arah kota Kebumen maka dibutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk menuju Petanahan dan setengah jam berikutnya menuju Pantai Suwuk. Bagi anda yang berasal dari arah timur yang kebetulan sedang melintasi jalan selatan-selatan atau jalan Daendels dari arah Yogyakarta dapat langsung lurus menuju ke Pantai Suwuk Wisata di Pantai Suwuk ini pada dasarnya tidak berbeda dengan wisata-wisata pantai di Kebumen. Pemandangan pegunungan kapur yang elok memanjang dari utara sampai selatan, dan berbatasan langsung dengan pegunungan dan Pantai Karangbolong. Untuk lebih memanjakan mata anda, alangkah lebih baiknya anda menyewa seekor kuda untuk menyisir eloknya Pantai Suwuk ini. Usai lelah dan puas menikmati pantai, hal menarik lainnya adalah kita dapat menikmati suasana santai dengan beberapa sajian makanan khas yang ada di warung-warung sepanjang pantai. Anda dapat menikmati pecel dan lontong, es kelapa hijau, jangan lupa pula peyek ubur-uburnya dan berbagai jenis peyek lainnya.

SUMBER : http://www.kebumenkab.go.id/index.php/public/potenda/detail/18
Pantai Suwuk terletak di desa Suwuk, kecamatan Puring, kabupaten Kebumen. Untuk menuju ke lokasi pantai, banyak jalur alternatif yang dapat digunakan. Jika anda dari arah Gombong maka dibutuhkan waktu sekitar 45 menit, namun jika anda berasal dari arah kota Kebumen maka dibutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk menuju Petanahan dan setengah jam berikutnya menuju Pantai Suwuk. Bagi anda yang berasal dari arah timur yang kebetulan sedang melintasi jalan selatan-selatan atau jalan Daendels dari arah Yogyakarta dapat langsung lurus menuju ke Pantai Suwuk Wisata di Pantai Suwuk ini pada dasarnya tidak berbeda dengan wisata-wisata pantai di Kebumen. Pemandangan pegunungan kapur yang elok memanjang dari utara sampai selatan, dan berbatasan langsung dengan pegunungan dan Pantai Karangbolong. Untuk lebih memanjakan mata anda, alangkah lebih baiknya anda menyewa seekor kuda untuk menyisir eloknya Pantai Suwuk ini. Usai lelah dan puas menikmati pantai, hal menarik lainnya adalah kita dapat menikmati suasana santai dengan beberapa sajian makanan khas yang ada di warung-warung sepanjang pantai. Anda dapat menikmati pecel dan lontong, es kelapa hijau, jangan lupa pula peyek ubur-uburnya dan berbagai jenis peyek lainnya.

SUMBER : http://www.kebumenkab.go.id/index.php/public/potenda/detail/18
Pantai Suwuk terletak di desa Suwuk, kecamatan Puring, kabupaten Kebumen. Untuk menuju ke lokasi pantai, banyak jalur alternatif yang dapat digunakan. Jika anda dari arah Gombong maka dibutuhkan waktu sekitar 45 menit, namun jika anda berasal dari arah kota Kebumen maka dibutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk menuju Petanahan dan setengah jam berikutnya menuju Pantai Suwuk. Bagi anda yang berasal dari arah timur yang kebetulan sedang melintasi jalan selatan-selatan atau jalan Daendels dari arah Yogyakarta dapat langsung lurus menuju ke Pantai Suwuk Wisata di Pantai Suwuk ini pada dasarnya tidak berbeda dengan wisata-wisata pantai di Kebumen. Pemandangan pegunungan kapur yang elok memanjang dari utara sampai selatan, dan berbatasan langsung dengan pegunungan dan Pantai Karangbolong. Untuk lebih memanjakan mata anda, alangkah lebih baiknya anda menyewa seekor kuda untuk menyisir eloknya Pantai Suwuk ini. Usai lelah dan puas menikmati pantai, hal menarik lainnya adalah kita dapat menikmati suasana santai dengan beberapa sajian makanan khas yang ada di warung-warung sepanjang pantai. Anda dapat menikmati pecel dan lontong, es kelapa hijau, jangan lupa pula peyek ubur-uburnya dan berbagai jenis peyek lainnya.

SUMBER : http://www.kebumenkab.go.id/index.php/public/potenda/detail/18
Pantai Suwuk terletak di desa Suwuk, kecamatan Puring, kabupaten Kebumen. Untuk menuju ke lokasi pantai, banyak jalur alternatif yang dapat digunakan. Jika anda dari arah Gombong maka dibutuhkan waktu sekitar 45 menit, namun jika anda berasal dari arah kota Kebumen maka dibutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk menuju Petanahan dan setengah jam berikutnya menuju Pantai Suwuk. Bagi anda yang berasal dari arah timur yang kebetulan sedang melintasi jalan selatan-selatan atau jalan Daendels dari arah Yogyakarta dapat langsung lurus menuju ke Pantai Suwuk

SUMBER : http://www.kebumenkab.go.id/index.php/public/potenda/detail/18
Silakan meninggalkan comment :)
 Blog at WordPress.com. | The Piano Black Theme.